Tampilkan postingan dengan label loVe meluluuu.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label loVe meluluuu.... Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012



Ketika Dua Jiwa Menjadi Satu

Oleh Dikdik Andhika Ramdhan

=========
Ini memang untuk kesekian kalinya kami melewati pelataran masjid ini di pagi itu. Sebuah masjid dengan nuansa warna hijau yang menyeruak dari setiap dindingnya, dimana matahari selalu terasa lebih hangat ketika menyapa warnanya. Membuat kami para musafir yang melewatinya bertambah tentram, meski hadirnya hanya sejenak dalam mengisi perjalanan kami dalam mengais-ngais rezeki di hari itu.

Pelataran depan masjid ini memang menjadikan salah satu jalan alternatif bagi kami lewati setiap pagi, semenjak kepindahan kami ke lingkungan baru ini sekitar satu setengah bulan yang lalu. Selain jarak yang kami perhitungkan terasa lebih dekat, kami juga berpendapat bahwa polusi asap kendaraan terasa lebih kurang tentunya ketika kami lewat disana jika dibandingkan dengan melewati jalan raya.

Tapi bukan itu sebetulnya yang membuat kami tercengang bahkan kadang mematung berdecak kagum setiap kali melewati pelataran masjid itu.
Namun semua adalah karema keberadaan dua orang manusia yang selalu menambah cinta bagi kami, ketika kami memahami keberadaan dan kesyukuran atas mereka.
Mereka mungkin hampir seabad menapaki dunia ini. Kulit-kulit yang menutup tubuhnya kini semakin mengkerut dimana-mana. Tonjolan-tonjolan tulang menghias di setiap sudut tubuh mereka. Seorang kakek yang selalu terbaring di bale bambu di depan masjid itu, ditemani oleh seorang nenek yang dengan sabar menyertainya.

Dan kini kami tahu, setelah istriku yang memang lebih sering melewati tempat itu bertanya pada rekannya yang tinggal disekitar sana, ternyata mereka, keduanya memang telah udzur. Penglihatan mata sang kakek itu memang sudah lama tak lagi berfungsi normal. Seiring dengan kaburnya usia, kabur juga kini penglihatannya. Sering kali ia hanya tergolek lemah disana dan tergopoh-gopoh ketika berdiri untuk berjalan dituntun istrinya. Lalu lain lagi dengan sang nenek. Ia pendengarannya juga telah menghilang entah kemana. Usianya telah memaksa ia untuk melepas satu nikmat yang kadang kita yang masih sehat jarang sekali mensyukurinya.

Na'udzubillah ...

Kamipun tak mengetahui dimana sebetulnya keluarga atau mungkin anak-anak mereka berada. Namun meskipun demikian kami masih kagum akan keberadaan mereka. Setidaknya selalu ada hikmah yang bisa kami reguk ketika melihat mereka.

Keudzuran mereka berdua tanpa disadari ternyata menjadi satu hal yang kami dibuat kagum olehnya. Ketika yang salah satunya tak mampu melihat dengan jelas, maka yang satunya menuntun ia untuk melangkah. Kemudian begitu pula ketika yang satu tak mampu mendengar dengan sempurna, maka yang lainnya mampu hadir untuk membimbing ia melakukan hal yang seharusnya ia lakukan seandainya ia mampu mendengar dengan baik. Subhanalloh ...

Dua jiwa memang, namun layaknya keberadaannya bagai satu jiwa dengan hati yang telah berpadu. Satu dengan yang lainnya telah menjadi penyempurna keberadaannya bagi pasangannya ...

Kami tak hentinya berucap tasbih dalam hati ini ...

Pagi itu, matahari masih begitu hangat menyapa kami yang masih berjalan menyusuri tapak demi tapak jalanan kecil itu. Aroma panas alunan suasana menuju ibukota semakin menyesak dalam serat demi serat dalam dada ini. Namun ternyata, kehadiran mereka dengan segala keudzurannya telah menancapkan rasa sejuk yang semakin mendalam dalam jiwa kami ini, menambah rasa syukur yang terbenam didalamnya dan tentunya menambah cinta yang kami harapkan akan semakin menambah kecintaan kami juga pada-Nya. Semoga Alloh mengabulkan do'a kami ini ...

Aamiin yaa robbal'alamiin ...
 
============sumber:eramuslim.com

Melukis Cinta


**Saatnya Melukis Cinta itu**
Jika kata adalah sepotong hati, maka ku ingin kata ini, yang terjalin dari huruf-huruf dalam nurani ku
Tuk menjadi doa….
Agar Allah selalu menghadirkan di hatimu
Tentang cintaku padamu duhai suamiku sayang….
Agar pula kau tahu, bahwa selamanya aku mencintaimu.
Agar engkau selalu melihat binar cinta di mataku
Agar kau paham dan mengerti setiap kata yang ku ucap untukmu adalah doa
Bahwa aku ingin selamanya dengan mu…
Beriringan saling menggenggam jemari, hingga langkah kita ke SurgaNya……!
Karena Cinta menurut ku tak berwarna
ia menjadi jingga
sebagaimana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, biru, dan merah
sebagaimana kau menginginkannya
Karena Cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kejujuran dan keberanian
tentang kemarahan dan kasih sayang
Karena Cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
sebab ia menenggelamkan kita pada angan-angan
dan pada mimpi yang abadi
dan cintaku padamu adalah surga yang tak bisa kumasuki jika tanpamu…….
(Hamzah Al Mubarok, Kepada Nurzubaidah)
Aku untukmu di SATU tahun pernikahan kita
Luv u my bie :*
Kutulis Ba'da Dhuha ada rindu yg selalu menyala untukmu sayang,.duhai suamiku...
 

Jumat, 11 Juni 2010

Allah Mengajarkan Cinta

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai


Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,

Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu

Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka

Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta



Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata

Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana

Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu

Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu

Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya



Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia

DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy

Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah

Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya

Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,

satu jam bersama serasa satu menit saja



Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah

Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi

Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya

Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia

Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran



Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah

Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu

Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas

Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah

Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki



Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta

Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya

Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian

Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai

Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi



Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu

Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung

Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan

Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi

Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki



Sumber: Allah Mengajarkan Cinta oleh Eko Jalu Santoso, Cibubur - Pebruari

2005.

Menginstall Iman Akibat Virus Merah Jambu



Pernah tidak kamu buka komputer hati, dan menemukan sebuah virus yang mengacaukan program-program dan file-file di komputer hati kita? Virus yang gimana? Virus yang senantiasa bikin hati tidak tenang namun suka dan cemburu tapi cinta. Kalau pernah, pasti vi rus itu virus merah jambu. Mau tahu virus apa itu?




Virus merah jambu atau virus cinta adalah salah satu jenis virus ganas yang mengakibatkan penyakit hati pada diri kita, dapat merambat ke seluruh network tubuh dan sangat sulit dihilangkan. Dari berbagai kasus yang pernah ditemukan, ternyata virus ini banyak ditemukan pada usia-usia remaja sekitar umur belasan tahun. Lebih tepatnya virus ini banyak menjangkiti para ABG yang nggak punya sistem pertahanan berupa software Iman.



Tapi survei juga membuktikan bahwa walaupun remaja-remaja tersebut memiliki software Iman, namun karena jarang membuka file C:\Iman\CintaIlahi.Exe atau file C:\Iman\Rajinibadah.doc yang berada dalam paket software tersebut, maka akhirnya remaja-remaja tersebut terkena juga dengan didahului pertahanan iman yang cenderung turun, dan virus merah jambu menyebar ke seluruh komputer hati mereka.



Nah lho, kalau sudah begitu, apa yang terjadi? Maka mulailah virus ini bekerja mengacaukan sistem, program-program, dan file-file kita dengan selalu menampilkan gambar syaithon yang tertawa lebar, gembira melihat kegagalan kita meraih ridlo-Nya. Namun banyak juga yang suka dengan tampilan syaithon tersebut. Yang pada akhirnya virus ini membuat hang pusat sistem otak syaraf dan akal mereka. Yang kalau itu terjadi, maka virus ini akhirnya dapat mengalahkan sistem otak syaraf dan akal yang kita miliki. Menomorsatukan cinta pada sesama manusia, dan menomorduakan cinta pada Ilahi.



Tapi apakah itu semua dapat dicegah??? Gimana caranya? Yang musti kamu lakukan pertama kali, yaitu hilangkan dulu file-file yang dapat menjadi pintu masuk virus ini, misalnya saja cintadunia.exe. Lalu masukan disket anti virus yang berisi file syakshiyah.exe yang akan membersihkan sedikit demi sedikit virus cinta sampai ke akar-akarnya bila file tersebut dijalankan. Kalau anti virus tersebut tidak berhasil, maka kamu perlu menginstall kembali software imanmu. Kamu bisa pergi ke kajian-kajian yang nawarin jasa installer iman. Atau kamu bisa beli disket installer berisi file Aqidah.exe atau Imankuat.doc. Kalau sudah berhasil diinstall, pastikan komputer hatimu bekerja dengan normal kembali. Dan supaya tidak terulang kembali, maka seringlah membuka file dakwah.exe dan ukhuwwah.doc agar hati kita senantiasa jernih dan OK’s banget… . [nur]



______________________

Sumber : Buletin Insan Edisi 23 /Februari 2002

Rabu, 09 Juni 2010

*Kupinang Engkau Dengan Hamdalah*

Kupinang Engkau Dengan Hamdalah


Oleh : M. Faudzil `Adhim

Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah diciptakannya pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian perasaan tenteram dan kasih sayang. Pada yang demikian ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.




Ketika tiba masa usia aqil baligh, maka perasaan ingin memperhatikan dan diperhatikan lawan jenis begitu bergejolak. Banyak perasaan aneh dan bayang-bayang suatu sosok berseliweran tak karuan. Kadang bayang-bayang itu menjauh tapi kadang terasa amat dekat. Kadang seorang pemuda bisa bersikap acuh pada bayang-bayang itu tapi kadang terjebak dan menjadi lumpuh. Perasaan sepi tiba-tiba menyergap ke seluruh ruang hati. Hati terasa sedih dan hidup terasa hampa. Seakan apa yang dilakukannya jadi sia-sia. Hidup tidak bergairah. Ada setitik harapan tapi berjuta titik kekhawatiran justru mendominasi.



Perasaan semakin tak menentu ketika harapan itu mulai mengarah kepada lawan jenis. Semua yang dilakukannya jadi serba salah. Sampai kapan hal ini berlangsung? Jawabnya ada pada pemuda itu sendiri. Kapan ia akan menghentikan semua ini. Sekarang, hari ini, esok, atau tahun- tahun besok. Semakin panjang upaya penyelesaian dilakukan yang jelas perasaan sakit dan tertekan semakin tak terperikan. Sebaliknya semakin cepat / pendek waktu penyelesaian diupayakan, kebahagiaan & kegairahan hidup segera dirasakan. Hidup menjadi lebih berarti & segala usahanya terasa lebih bermakna.



Penyelesaian apa yang dimaksud? Menikah! Ya menikah adalah alat solusi untuk menghentikan berbagai kehampaan yang terus mendera. Lantas kapan? Bilakah ia bisa dilaksanakan? Segera! Segera di sini jelas berbeda dengan tergesa- gesa. Untuk membedakan antara segera dengan tergesa- gesa, bisa dilihat dari dua cara :



Pertama, tanda-tanda hati. Orang yang mempunyai niat tulus, kata Imam Ja’far, adalah dia yang hatinya tenang, sebab hati yang tenang terbebas dari pemikiran mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niat murni untuk Allah dalam segala perkara. Kalau menyegerakan menikah karena niat yang jernih, Insya Allah hati akan merasakan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi masalah-masalah yang harus diselesaikan. Kita merasa yakin, meskipun harapan & kekhawatiran meliputi dada. Lain lagi dengan tergesa-gesa. Ketergesaan ditandai oleh perasaan tidak aman & hati yang diliputi kecemasan yang memburu.



Kedua, tanda-tanda perumpamaan. Ibarat orang bikin bubur kacang hijau, ada beberapa bahan yang diperlukan. Bahan paling pokok adalah gula & kacang hijau. Jika gula & kacang hijau dimasukkan air kemudian direbus, maka akan didapati kacang hijau tidak mengembang. Ini namanya tergesa-gesa. Kalau gula baru dimasukkan setelah kacang hijaunya mekar ini namanya menyegerakan. Tapi kalau lupa, tidak segera memasukkan gula setelah kacang hijaunya mekar cukup lama orang akan kehilangan banyak zat gizi yang penting.



Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda : “Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” (HR Thabrani)



Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah. Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan. Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)” HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.



Setelah peminangan disampaikan, biarlah pihak wanita & wanita yang bersangkutan untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari.



Apapun, serahkan kepada keluarga wanita untuk memutuskan. Mereka yang lebih tahu keputusan apa yang terbaik bagi anaknya. Anda harus husnudzan pada mereka. Bukankah ketika meminang wanita berarti anda mempercayai wanita yang diharapkan oleh anda beserta keluarganya.



Keputusan apapun yang mereka berikan, sepanjang didasarkan atas musyawarah yang lurus, akan baik dan Insya Allah memberi akibat yang baik bagi anda. Tidak kecewa orang yang istikharah & tidak merugi orang yang musyawarah. Maka apapun hasil musyawarah, sepanjang dilakukan dengan baik, akan membuahkan kebaikan. Sebuah keputusan tidak bisa disebut buruk atau negatif, jika memang didasarkan kepada musyawarah yang memenuhi syarat, hanya karena tidak memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi anggota keluarga mereka. Jika niat anda memang untuk silaturrahim, bukankah masih tersedia banyak peluang untuk menyambung?



Anda telah meminangnya dengan hamdalah, anda telah dimampukan datang oleh Allah Yang Maha Besar. Dia-lah Yang Maha Lebih Besar. Semuanya kecil. Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabbah tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan : “Jika pinangan kami anda terima, kami ucapkan Alhamdulillah. Dan kalau anda menolak, maka kami ucapkan Allahu Akbar.” Maka, kalau pinangan yang anda sampaikan ditolak, agungkan Allah, semoga anda tetap berbaik sangka kepada Allah & juga kepada keluarganya. Sebab bisa jadi, penolakan merupakan jalan pensucian jiwa dari kedzaliman diri sendiri, bisa jadi penolakan merupakan proses untuk mencapai kematangan, kemantapan & kejernihan niat. Sementara ada banyak hal yang dapat mengotori niat. Bisa jadi Allah hendak mengangkat derajat anda, kecuali anda justru malah merendahkan diri sendiri. Tapi hati perlu diperiksa, jangan-jangan perasaan itu muncul karena ujub.



Kekecewaan, mungkin saja timbul. Barangkali ada perasaan yang perih, barangkali juga ada yang merasa kehilangan rasa percaya diri saat itu. Ini merupakan reaksi psikis yang wajar, kecewa adalah perasaan yang manusiawi, tetapi ia harus diperlakukan dengan cara yang tepat agar ia tidak menggelincirkan ke jurang kenistaan yang sangat gelap. Kecewa memang pahit. Orang sering tidak tahan menanggung rasa kecewa, mereka berusaha membuang jauh-jauh sumber kekecewaan. Sekilas nampak tidak ada masalah, tetapi setiap saat berada dalam kondisi rawan. Perasaan itu mudah bangkit lagi dengan rasa sakit yang lebih perih. Dan yang demikian tidak dikehendaki Islam. Islam menghendaki kekecewaan itu menghilang perlahan-lahan secara wajar. Sehingga kita bisa mengambil jarak dari sumber kekecewaan dengan tidak kehilangan obyektivitas & kejernihan hati, kita menjadi lebih tegar, meskipun proses yang dibutuhkan untuk menghapus kekecewaan lebih lama.



Kalau anda merasa kecewa, periksalah niat anda. Dibalik yang dianggap baik, mungkin ada niat yang tidak lurus. Periksalah motif-motif yang melintas dalam batin. Selama peminangan hingga saat menunggu jawaban. Kemudian biarkan hati memproses secara wajar sampai menemukan kembali ketenangan secara mantap.



Tetapi kalau jawaban yang diberikan oleh keluarga wanita sesuai harapan, berbahagialah sejenak. Bersyukurlah. Insya Allah kesendirian yang dialami dengan menanggung rasa sepi sebentar lagi akan menghapus kepenatan selama di luar rumah. Insya Allah sebentar lagi.



Tunggulah beberapa saat. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk melakukan apa saja yang menjadi hak anda bersamanya. Akan tiba masanya anda merasakan kehangatan cintanya. Kehangatan cinta wanita yang telah mempercayakan kesetiaannya kepada anda. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk menemukan pangkuannya ketika anda risau.



Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui pernikahan Allah memberikan banyak keindahan & kemuliaan. Wanita boleh menawarkan Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat & ikhtiar untuk menikah. Nikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran kebutuhan biologis dengan lawan jenis. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kehormatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Dan Khadijah r.a atas teladan bagi wanita yang bermaksud untuk menawarkan diri.



Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlaq & kesungguhan untuk mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah & untuk mendapatkan pahala-Nya, Allah pasti mencatatnya sebagai kemuliaan & mujahadah yang suci. Tidak peduli tawarannya diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak mempunyai wali. Insya Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan yang mendalam pasti akan meninggikan penghormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah & tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan.



Imam Bukhari menceritakan cerita dari Anas r.a ada seorang wanita yang datang menawarkan diri kepada Rasulullah SAW dan berkata : “Ya Rasulullah! Apakah baginda membutuhkan daku?” Putri Anas yang hadir & mendengarkan perkataan wanita itu mencela sang wanita yang tidak punya harga diri & rasa malu, “Alangkah sedikitnya rasa malunya, sungguh memalukan, sungguh memalukan.” Anas berkata kepada putrinya : “Dia lebih baik darimu, Dia senang kepada Rasulullah SAW lalu dia menawarkan dirinya untuk beliau!” (HR Bukhari).

Kamis, 20 Mei 2010

\(^,~)/







Allah....Kau goda aku lagi dengan harap ini..disaat asa itu ingin kulupakan,hmm... Kau tahu,aku lemah dengan keadaan ini....ahh...apapun itu yang penting aku masih dalam garis batasMu yach,,,dan jangan biarkan aku terjatuh pada muara yang sama...Allah,,Engkau yang Maha membolak-balikan hati manusia dan hanya Engkau yang mengerti mengapa setiap hadirnya, Hati ini terasa berdetak lebih cepat dan rasa yang kini semakin ku tak kumengerti,, ^o^'
 






Jumat, 23 April 2010

Kumpulan Surat Cinta Untukmu yang dinanti *u*

diambil dari beberapa bLog, tapi maaf lupa gak bisa cantumin sumbernya dari mana coz file ini dah lama tersimpan dalam Word ku,cm ijin copas aj...(semuanya sama seperti yang ku rasa,hehehee...)
"MujahidQ,kunanti dirimu hingga ujung waktu,Upz..;-))


Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.
Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci.

Surat Cinta Dari Sang Kekasih



Karya : Cecep Yusuf Pramana





tentang-pernikahan.com - Assalamu'alaikum…apa kabar buat calon suamiku. Semoga Allah sentiasa merahmati dan memberkati dirimu yang tidak pernah kutemui, namun doaku tidak pernah putus mengiringi setiap langkahmu demi meraih keridhaanNya



Rasulullah SAW pernah bersabda: "Seindah perhiasan dunia adalah wanita yang solehah,"



Alhamdulillah, itulah anjuran Islam melalui Rasulullah SAW yang kita cintai. Pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga rumah tangga muslim yang bakal dibina saat menikah nanti.



Wahai calon suamiku,



"Dinikahi seorang wanita karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah agamannya, maka beruntunglah kedua tanganmu".



Itulah sebuah pijakan utama buatmu memilih calon isteri. Sebuah pijakan utama itu telah menjadi hafalanku sejak aku beranjak dewasa (baca; baligh).



Wahai calon suamiku,



Jika harta yang engkau idamkan, maka ketahuilah diriku bukanlah orang yang berada. Tiada harta yang dapat kupersembahkan dalam ijab-kabul kita nanti. Tiada harta sebagai jaminan bahwa engkau akan menikmati sedikit kesenangan apabila ijab-kabul telah dilafazkan.



"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (QS Ar Ruum: 21)



Jika keturunan yang engkau dambakan, ketahuilah bahwa aku hanyalah manusia biasa dari keluarga yang biasa pula. Namun apa yang pasti. Aku adalah keturunan yang mulia, ayahanda adalah Nabi Adam as dan bunda Siti Hawa as, sama seperti mu.



"…Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS. Ali Imran: 159-160)



Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahwa engkau juga tidak terlepas seperti manusia yang lainnya. Ketahuilah wahai calon suamiku, jika kecantikan itu yang engkau inginkan dari diriku, maka engkau telah salah langkah.



Tiada kecantikan yang terlihat orang lain yang dapat kupertontonkan padamu. Telah aku hijabkan (baca; jilbab) kecantikan diriku ini dengan amalan ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Engkau hanya akan sia-sia jika hanya menginginkan kecantikan lahiriah semata.



Dan aku tidak dapat menjanjikan, bahwa aku mampu membahagiakan rumahtangga kita nantinya, karena aku memerlukan engkau untuk bersamaku untuk menegakkan dakwah islam ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk membangunkan sebuah markaz dakwah dan tarbiyah islamiyah ke arah jihad hambaNya kepada Penciptanya yang agung, Allahu Rabbi.



Mencari ilmu agama secara bersama, marilah kita jadikan pernikahan ini sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu agama, tetapi berbekal ilmu agama yang ada ini, aku ingin menjadi isteri yang sentiasa mendapat keridhaan dari Allah dan suamiku.



Hal itu tak lain untuk memudahkan aku membentuk rumah tangga muslim antara aku, engkau dan anak-anak kita nantinya untuk dibina dan diberikan pendidikan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Aku pun hanya akan bercita-cita untuk bisa bergelar pendamping solehah bagi sang suami, seperti yang dijanjikan Rasulullah SAW.



"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (QS An Nisa: 1)



Calon Suamiku yang dirahmati Allah



"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka". (QS. An Nisaa: 34.)



Aku yakin bahawa engkau adalah pemimpin untuk diriku dan anak-anakku sebagai pewaris dakwah Islam. Maka, jadikanlah pernikahan ini nantinya sebagai asas pembangunan iman, bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai hawa nafsu semata.



Semoga diriku dan dirimu sentiasa didampingi rahmat dan keridhaanNya. Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan nilai kesabaran, dan ketabahan. Semoga kita akan menjadi salah satu daripada jamaah menuju ke syurga, insya Allah.



Ketahuilah wahai calon suamiku, bahwa aku tidak pernah mendambakan mas khawin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai arti kita dipertemukan Allah atas dasar agama.



Cukuplah seandainya, maharku adalah sebuah qalam mulia, Al-Quran, karena aku meyakini qalam itu mampu memimpin rumahtangga kita untuk meraih keridhaanNya bukan kekayaan dunia yang bersifat hanya sementara.



Bantulah aku dalam memperjuangkan dakwah Allah ini melalui pernikahan, karena ia adalah tempat untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku, insyaAllah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada harta duniawi yang ingin kau sediakan untukku.



Kutitipkan sebagian dari pengetahuanku melalui buku "Jalan Dakwah" karya Syaikh Mustafa Masyhur, yang tidak lagi berwujud keborosan dan kebakhilan karena semuanya berada di dalam sikap qana'ah (berpuas hati dengan apa yang ada), ridha dan yakin.



Wahai calon suamiku,



Lihatlah rumahtangga Rasulullah SAW, terkadang sebulan pernah dapurnya tidak berasap karena tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Namun, walau begitu susahnya, rumahtangga Rasulullah SAW tetap menjadi rumahtangga yang paling bahagia, yang tidak ada bandingnya hingga hari ini.



Terlalu panjang rasanya aku mencoretkan surat ini. Cukup dahulu aku buat surat ini, andai diizinkan aku akan kembali menitipkankan lagi kiriman bertintakan hati ini. Akhirnya, saya mohon maaf, biarlah rindu ini ditumpahkan dalam tinta daripada jemu tatkala kita disatukan.



Wassalam

Mujahidku..
Mujahidku, apa kabar?


Semoga saat ini engkau baik2 saja

Penatku, penatmu saat ini semoga tetap di jalanNYA

Semoga mendung ini kunikmati juga

Supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu



Mujahidku ...

Aku rindu dalam rindu2 tetntang takdir kita

Semoga saat ini Penghulu kita menjagamu,

Melindungimu di jalanan yang terik atau lautan yang berdebu ...

Atau ... bahkan di musim yang berbeda?

Aku tak pernah tahu

Namun, tahukah kau? Aku selalu yakin akan skenarioNYA



Mujahidku ...

Semoga saat ini Dia menjaga hatimu, mata, pendengaran, jiwamu, semuamu ... (ehmm!) untukku ...!

Pun aku, semoga Dia membantuku untuk menjaga kehormatanku, jiwaku ... jasadku, semuaku ... untukmu!

KarenaNYA semata.



Mujahidku ... tahukah kau?

Saat ini aku berdoa untuk keselamtanmu

Semoga saat ini engkau masih teguh di jalan yang IA bentangkan untukmu



Mujahidku ...

Saat penat-penat pikir dan jasad begitu menggila

Saat kumparan-kupmparan dekwah ini mengajak kita berputar bersamanya ...

Sungguh, aku hanya berharap DIA ridha atas apa yang aku dan engkau lakukan (meskipun engkau entah di mana)



Mujahidku, entah kau di mana ...

Aku tak hendak melukis jasadmu,

Aku tak hendak mereka-reka, menebak-nebak tentangmu!

Sebab mujahidku ... tahukah kau?

Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang, sebelum telinga ini mendengar

Sebelum hal2 fisik merusak semua ketulusanku atas siapapun kau!

Dan aku ... ingin menjaganya tetap begitu: SEDERHANA



Ah, mujahidku ... semoga kau lantunkan doa yang sama pada Pemilik kita

Sebab takdirku dan takdirmu ada di genggamanNYA

Dan kita? Tak pernah tahu



Mujahidku ...

Sujud-sujud panjangku, aku merayuNYA,

Menyelipkan doa semoga aku pantas mendampingimu

Entah ... siapa kau, di mana saat ini adamu ....

Namun ... ada hormat, ada rindu, kepercayaan, yang memberiku selaksa energi tulus



Mujahidku, sungguh aku hanya ingin menjaga diriku, jiwaku

Mempersiapkannya ... menempanya

Agar jika suatu saat DIA berkehendak dan membuat skenario tentang kita,

Aku siap mendampingimu

Dan kita akan tapaki jalan dakwah yang kita pilih dan kita cintai

Hingga hanya Allah muara akhir semua cita







* Diambil dari "Diary Pengantin": Robi’ah al-Adawiyah